Dalam berjualan, baik itu jualan produk maupun jasa, uang itu tidak tiba tiba turun dari langit, bukan juga karena bim salabim hehe
saya percaya dengan namanya hukum sebab dan akibat,
Seperti pribahasa ada asap pasti ada api, disini api adalah penyebab, asap adalah akibat
Termasuk juga dalam berjualan online, orderan (akibat) itu tidak datang begitu saja, ada penyebabnya, nah penyebab utama itu namanya traffic
Traffic adalah orang yang datang ke bisnis online kita
Jika media promosinya
π΄ Instagram, maka trafficnya followers Intagramnya
π΄ Youtube = trafficnya jumlah subscriber dan viewers
π΄ Whatsapp = trafficnya jumlah kontak
Rumusnya : “Kalau hasil jualannya mau banyak, traffic calon client/pembeli yang datang juga harus banyak”
No traffic = No sales
No sales = No income
Calon pembeli ini kita sebut traffic ya (orang yang datang ke bisnis kita)
Ingat ingat : calon pembelinya datang dulu baru kemudian jualan, jangan terbalik, apalagi dibalik ^^
Yang perlu digaris bawahi disini : sebagus apapun produknya tapi kalau sedikit trafficnya ujung ujungnya akan sepi pembeliannya, krik krik deh jualannya π
Maka, yang perlu saya tekankan adalah, banyak traffic saja belum tentu bisnis nya laris, apalagi kalau traffic traffic nya sedikit, kebayang kan?
Analoginya begini..
Jualan ke 10 orang pasti berbeda hasilnya dengan jualan ke 1000 orang, hasilnya banyakan mana? Jelas yang jumlah trafficnya lebih banyak π
Produk yang di jual bisa jadi sama, tapi kalau jumlah trafficnya berbeda, hasil bisa jadi berbeda. Misalnya sama sama jualan fashion, sama sama jualan gamis. Yang satu punya traffic 50.000 orang, yang satunya cuma punya 1000 orang. Dan gak mau ditambah ><
Terus kemudian curhat begini, “kak Saya kok udah jualan tiap hari, udah buat promo besar besaran, udah saya rancang strateginya tapi pas launching ga ada yang beliπ₯Ή
Ternyata jualannya hanya di WA saja dan kontak di whatsappnya hanya 1000 kontak.
Dari 1000 kontak itu hanya 200 orang yang target marketnya.
Jadi wajar kalo yang beli hanya beberapa orang atau bahkan ga ada yang beli karna memang orangnya itu itu saja, udah gitu kontak yang ada di promoin terus, cuma save kontak doang tapi ngga pernah ada interaksi π
Kebayang ya maksud saya? hehe
Sebagai pebisnis tugas kita bukan langsung jualan, tapi fokus mendatangkan calon client/pembelinya terlebih dahuluΒ π₯π₯π₯
Kalau calon pembelinya tidak ada, memang mau jualan ke siapa? hehe
Nah, traffic yang datang juga ada penyebabnya, bukan secara tiba tiba orang mendatangi bisnis kita, ada stimulusnya..
Pertama, karena keinginan
Kedua, karena kebutuhan
Next, kita akan membahas bagaimana cara merubah traffic menjadi client/pembeli, kita sebut dengan konversi.
Dalam konversi tidak semua traffic yang dapat berubah menjadi pembeli
Kok bisa? ya memang begitu hukumnya hehe
Misalnya kita dapat traffic 1000 orang, tapi yang menjadi pembeli 100 orang, nah berarti yang berhasil di konversi = 10% ^^
Sebelum melangkah ke konversi, kita pahami dulu yuk sifat-sifat TrafficΒ (Calon Client/Pembeli), diantaranya :
1. Sifatnya dingin (cold market)
2. Sifatnya hangat (Warm market)
3. Sifatnya panas (Hot market)
Cold Market yaitu orang yang belum tau bisnis kita, belum kenal dengan kita, maka jangan langsung jualan ke mereka. Contohnya seperti ini:
π΄ Ayoodong dibeli siist, pelangsingnya, peningginya, pengecilnya dll..
π΄ Kita kasih harga murah siist..
π΄ Lagi diskon besarrr loohh siist, kok gak mau sihh sistt..
π΄ Gratiss deh siisst, nih ambil! ππ
kira kira kamu mau beli ngga kalo ada orang ngga dikenal ujug ujug (baca: tiba-tiba) langsung promo promo aja? π€£
Warm Market yaitu orang yang sudah tau siapa kita, namun belum pernah membeli produk/jasa yang kita tawarkan.
Perlu kita sadari betul bahwa pembeli adalah manusia hehe. Maka, manusiakanlah pembeli kita seperti manusia yang memanusiakan manusia lainnya hehe π
Jadi cara promosinya bisa dengan cara meyakinkan calon klien/pembeli menggunakan testimoni, atau dengan iming-iming benefit yang dapat diberikan oleh produk/jasa yang kita jual.
Hot Market yaitu orang yang sudah kenal produk/jasa kita & sudah siap untuk membelinya.
Nah, proses untuk mendapatkan market dari Cold > Warm > Hot > Buy itu ada prosesnya, kita harus membangun TRUSTΒ alias Kepercayaan pada calon klien/pembeli kita.
Karena jualan terus menerus tanpa adanya kepercayaan sebenarnya seperti membuang buang energi, dibeli belum tentu, ditolak sudah pasti. π π
Nah, cara sederhana untuk mendapatkan kepercayaan adalah dengan membangun interaksi
Bagaimana membangun interaksi agar mendapatkan trust?
Tidak perlu pergi ke dokter, apalagi sowan ke dukun hehe π temen temen cukup lakukan poin poin berikut :
Posting konten atau status2 sosmed yang positif, diselingi dengan kegiatan kegiatan kita, gak perlu diposting kalau lagi galau, gak mood dsb, karena akan cukup menggangu trust orang terhadap kamu hehe πOh iya media sosial yang biasa kita gunakan untuk berjualan isinya jangan jualan terus ^^ Berikan edukasi edukasi atau hal bermanfaat yang bisa mereka dapatkan saat melihat postingan kita.
Misalnya rajin komen status whatsappnya, komen status FB nya, Komen IG nya, tanya kabarnya keadaannya dan lain sebagainya. Ini worth it banget untuk membangun kepercayaan mereka dengan kita, semakin dekat akan semakin kenal dan akan semakin percaya. Yang ke penting niatnya bukan agar dia mau beli produk kita, tapi untuk membangun tali silaturrahmi dengannya, jangan salah niat hehe. Kalau sudah dekat, dia tau kita jualan apa, saat dia butuh produk/jasa kita pasti akan dihubungi ^^
Apasih autority itu? Supaya lebih mengerti, simpelnya begini. Kalau bicara tentang kesehatan mana yang lebih kamu percaya? dokter atau montir? Jelas lebih percaya dokter ya? Namun kalau berbicara otomotif, mana yang lebih kamu percaya? Dokter apa Montir? Pasti jawabanya montir. Nah, kenapa demikian? karena mereka memiliki kesan ahli yang orang lain tidak memilikinya. Sering seringlah bicara atau posting sesuatu bermanfaat khususnya yang berkaitan dengan produk yang kamu jual, berikan sharing rutin yang informatif (sharing ya, bukan jualan).
Contoh :
Bisnis Jasa Desain : Sering sharing seputar tips tentang desain
Produk hijab : Sering sharing seputar kemuslimahan
Kalau trust sudah kita dapatkan, alhamdulilah, kita berhasil mengkonversikan dari cold menjadi warm market bahkan menjadi hot market.
Ingat ya, sebelum sell adalah trust, bangun kepercayaan terlebih dahulu sebelum mulai jualan (transaksi)
Perlu kita ketahui, bahwa orang di zaman sekarang bukan lagi kekurangan informasi, justru overload informasi.
Coba bayangkan, sekarang ini informasi bertebaran dimana mana, setiap hari bahkan setiap menit kita ditawarkan oleh berbagai macam iklan dari berbagai sosmed.
Dampaknya bagaimana?
Kita menjadi kelimpungan sendiri, karena sudah overload melihat iklan
kita menjadi no feeling atau biasa aja saat melihat iklan
Ah, begitu doang..
Ah, iklan, skip aja lah..
Betul gak? Hehe
Apalagi sebagai pebisnis online kita berjualan tanpa bertatap muka, maka perlu ada konten yang mewakilkan produk yang kita jual. Maka dari itu penting banget kita sama sama belajar disini untuk memperbaiki kualitas tampilan promosi (skill editing)Β agar menghasilkan & berkesan untuk banyak orang.
Apapun strateginya, kuncinya mulai dulu, mulai dari circle terdekat dulu, perluas networking, maksimalkan ikhtiar, tawakkal kemudian π
Setelah belajar mindset, mengenali target pasar, juga sudah belajar rahasia mendapatkan client, saatnya moment menantang dan super seru dengan praktik melatih skill desiannya
Yuk kita mulai dengan challenge desain bikin target impian, arahan utuh di halaman selanjutnya. Klik button di bawah ini ya ^^